5 Tips Perawatan Ternak Tikus Yang Baik

Berjumpa kembali di website kami ombenny.com, dan pada kali ini kami akan coba membahas seputar cara dimana perawatan untuk tikus peternak yang baik agar si tikusnya tetap terlihat sehat selain itu juga areanya tidak terlalu bau.

Kita yang memang terjun didalam peternakan tikus putih maupun peternakan apa saja penting untuk kita menjaga atau merawatnya dengan benar sehingga hasil dari yang akan dipanen bisa maksimal.

Oke langsung saja pada intinya, pertama untuk kalian dan khususnya saya sendiri yang terjun di peternak tikus dalam hal perawatan memang sebenarnya bisa dibilang gampang, karena cukup memberikan makan serta bersih – bersih untuk kadangnya.

Dan yang paling harus diperhatikan adalah kita harus tahu untuk tikus yang baik dan benar dalam perkawinannya agar hasil dari anak tikus sehat selain itu juga tentu bisa maksimal.

Ini Salah Satu Hal Yang Harus Kalian Lakukan Untuk Ternak Tikus Putih :

1. Rutinitas Dalam Membersihkan Kandang

Hal ini sangatlah penting untuk kita lakukan minimal 4 hari sekali maksimalnya seminggu sekali agar si tikusnya tetap terjaga dalam kesehatan maupun dalam jamur ataupun kuman yang menempel dalam tikus. Caranya bisa kita semprotkan vitamin yang di campur dengan air.

Saya sendiri dimana di Djunti Farm khususnya peternak tikus selalu rutin membersihkannya dalam seminggu sekali sehingga kesehatannya dan juga ruangan yang di pakai tidak terlalu bau yang menyengat.

2. Memberi Asupan Pakan Yang Bergizi

Pola makan memang penting harus dijaga agar dimana si tikus dalam keadaan baik baik saja tidak terlihat lemas atau mati karena kelaparan. Dalam memberi makan untuk tikus putih kami dalam sehari biasanya diberi makan 2 kali yaitu pagi dan sore menjelang malam.

Untuk pakannya itu sendiri saya memberikan aron yang dimasak terlebih dahulu lalu dicampuri pur untuk tambahan gizinya, oh iya dikasih juga sayuran hijau seperti kol, sosin dan lain-lain.

3. Proses Perkawinan Tikus Putih

Dalam proses ini biasanya kami lakukan dalam 1:4 atau satau 1:3 dan kalian bebas bisa memilih sendiri tergantung dari kalian. Dan jika perkawinannya di koloni biasanya cukup membutuhkan waktu yang cukup lama, itu sih menurut pengalaman kami selama terjun di peternak Tikus putih. Intinya tergantung pada kalian masing – masing.

4. Proses Anakan Tikus

Tikus yang sudah kelihatan mau melahirkan bisa kita pisahkan terlebih dahulu untuk khusus box indukan agar tidak terganggu oleh tikus lainnya dan tentu akan lebih aman jika dipindahkan sehingga si anak tikus tersebut tidak di bantai juga oleh tikus yang ada di satu kandang tersebut.

Jika tikus tersebut kelihatan sudah bisa di sapih bisa kalian sapih lebih baik kita pisahkan dalam bok yang yang berbeda untuk memisahkan jantan dan betina sehingga nantinya bisa kita kawinkan lagi jika sudah waktunya untuk di kawinkan.

5. Proses Pemanenan Tikus

Proses pemanenan tikus ini istilahnya wajib dilakukan untuk mengurangi biaya pakan dan lainnya. Dan apabila yang masih baru menekuni di peternak tikus lebih baik jangan di panen terlebih dahulu agar sitikusnya bertambah banyak terlebih dahulu.

Memang kendala yang masih baru dalam peternak tikus ini akan sulit untuk memasarkannya khususnya kami sendiri juga macet dalam pemasarannya. Tapi jangan pantang menyerah, selama kita mau berusaha dan tekun pasti ada jalan untuk bisa memasarkan tikus yang lebih banyak.

Sedikit Tips :

Tikus memang digunakan untuk pakan reptil maupun uji coba di lab, dan saya sarankan untuk kalian yang ingin terjun di peternak tikus, kalian bisa memilih jenis tikus RAT bukan mencit, karena tikus jenis RAT ini lumayan harga satuannya bisa mencapai 30 ribu per ekor.

Mungkin dimana itu salah satu hal yang selalu saya lakukan dalam perawatan tikus putih, bisa kalian coba untuk tipsnya yang bermanfaat atau bisa di skip saja jika menurut kalian ini kurang maksimal.

Intinya saya akan mencoba membagikan sebuah pengalaman tentang seputar peternakan yang sedang saya jalankan saat ini. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi kalian yang khususnya sudah membaca artikel ini. Sampai juga di artikel selanjutnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *