Proses Perawatan Jangkrik Di Djunti Farm

Kali ini kami akan coba membagikan sebuah artikel yang dimana pengalaman saya dalam melakukan budidaya jangkrik di Djuti Farm. Selain jangkrik dimana kami juga di Djunti Farm tersedia tikus putih jenis mencit dan juga rat, dan masih dalam proses perkembangan ada juga kroto yang masih baru. Ok mari kita langsung pada intinya saja.

Merawat atau ternak jangkrik memang bisa dibilang gampang gampang susah, mengapa begitu ? kenyataannya pengalaman saya sendiri terjun dalam menekuni jangkrik ternak sangatlah tidak sesuai harapan.

Banyak jangkrik yang mati karena dengan tidak memilikinya pengalaman dan tidak tahu cara merawat dengan baik. Kali ini dimana dunia ternak akan coba membagikan sebuah artikel yang mudah mudah dapat bermanfaat bagi kalian yang ingin terjun dalam menekuni ternak jangkrik ini.

Pertama pasti kalian harus mempersiapkan terlebih dahulu box yang akan di isi telur jangkriknya, dan saya sendiri membuat ukuran box yang lumayan cukup besar. Setelah itu, bisa membeli telur jangkrik yang berkualitas yang benar benar jangkrik alam.

Sarankan dalam membeli telur jangkrik pergi langsung ke peternak jangkrik yang dekat, agar disaat telur jangkrik kalian bermasalah ( bukan jangkrik alam ) bisa langsung komplain mendatangi langsung peternak tersebut.

Bahkan ada pula peternak jangkrik yang menjual telurnya dan jangkriknya di jual kembali ke peternak yang sebelumnya kalian membeli telur jangkri tersebut. Dan ini tergantung dari kalian sendiri sihh.

Jika telur jangkrik sudah mulai menetas hingga 70% bisa kalian taruh di box yang sudah di isi egg tray, dan dalam cara penyimpanannya kalian bisa simpan di bagian atas egg tray dengan di kasih koran dan di ratakan, dan bisa juga bisa di taruh dibawah egg tray.

Saya sendiri dalam menaruh telur jangkrik di atas egg tray. Jangan lupa menggiling pur yang dihaluskan lalu bisa menaburkannya didalam kotak ( disebar ) agar sijangkrik tidak kesulitan dalam mencari makanannya.

Lalu untuk medai air minumnya, bisa gunakan batang pohon pisan yang sudah di belah kecil kecil, dan bisa juga menggunakan paralon sebagai air minumnya. Tergantung kalian mau yang mana atau mana yang mudah yang bisa kalian gunakan. Dan ada tips jika kalian yang ingin menggunakan media paralon untuk minumnya, bisa kalian baca di artikel selanjutnya, yaa

Setelah jangkrik berusia kurang lebih 1 mingguan bisa coba kasih sayuran hijau seperti sawi putih untuk media makan tambahannya agar si jangkrik bisa lebih cepat dalam pertumbuhannya sehingga kalian bisa cepat panen.

Pastikan jangan kekurangan dalam memberikan media air minum dan juga makanannya agar sijangkrik dapat tumbuh merata. Dalam merawat jangkrik ini kalian harus benar benar pelajari benar benar cara memberikan makanannya atau minumnya agar nanti hasilnya bisa sesuai harapan.

Mungkin itu saja informasi yang bisa saya berikan, dan ini menurut pengalaman saya sendiri, pertama dalam terjun dalam ternak jangkrik ini tidak sesuai dengan harapan ( perhitungan ), karena dimana dalam telur jangkrik 2 kg hanya bisa menghasilkan jangkrik sekitaran 70 kiloan, dan ini memang sangat jauh dari perhitungan sebelumnya.

Memang seharusnya kita dari 1 kg telur jangkrik bisa menghasilkan maksimalnya 120kg jangkrik atau minimalnya 80 kg, pengalaman memang berharga, dan kali ini saya coba membagikan kepada kalian cara dalam melakukan ternak jangkrik yang bisa kalian coba.

Semoga artikel ini bisa membantu atau bisa menjadi referensi bagi kalian yang terjun ternak jangkrik semoga bisa menghasilkan secara maksimal…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *